The Key To A Happy Marriage is…

marriage-quotesmarriage-is-the-key-to-happiness-marriage-quotes-just-happy-quotes-hbho8v0t

 

Terkadang, ada hal yang harus dibiarkan tanpa perlu digugat. Namun, terkadang ada hal yang harus dibicarakan dan didiskusikan untuk menemukan jawaban atas pertanyaan yang masih menggantung. Tapi apa jadinya jika pertanyaan yang menggantung, memang sengaja dibiarkan begitu saja dan tidak ingin dibacarakan lebih lanjut?

Seperti masalah prinsip misalnya? Saya salah satu orang yang sangat terganggu dengan obrolan seputar prinsip atau kepercayaan. Ini tidak berarti saya tidak siap atau mau menerima masukan dan kritikan, akan tetapi ada baiknya prinsip yang ada dihormati dan tidak berusaha diutak-atik untuk hal yang belum tentu memberikan kebahagian dan kedamaian hati. Sejujurnya, peduli dengan apa yang dikatakan orang, benar-benar membuat saya risih dan ingin menyudahi semua pembicaraan yang sedang dibangun. Pembicaraan mengenai keharusan untuk menikah agar menghindari fitnah dan lain-lain malah membuat saya lebih jengkel lagi. Kenapa pernikahan menjadi hal yang sangat esensial dan penting? Iya saya tahu, jika membicarakan agama, pernikahan itu adalah hal yang diharuskan karena berkaitan erat dengan kewajiban kita sebagai umat. Akan tetapi, alangkah sedih bila pernikahan yang harusnya dilandasi dengan “yang katanya” cinta dan ibadah harus berakhir dengan perpisahan. Saya bukan orang yang menolak sistem pernikahan, tapi juga bukan orang yang mewajibkan pernikahan untuk masuk ke dalam bucket list hidup saya. Sebab pada akhirnya, pernikahan adalah salah satu ibadah yang cukup besar dan harus dijaga kesakralannya hingga akhir hayat. Jika ditengah nanti kita merasa bahwa menikah tidak se-membahagiakan seperti film drama favorit, mau dibawa kemana segala janji diawal pernikahan yang diucapkan dengan membawa nama sang Pencipta?

Dengan demikian, ada baiknya pernikahan itu ditujukan untuk orang-orang yang mampu dan siap, seperti hal nya kita membicarakan tentang ibadah haji. Wajib dilakukan bagi yang mampu. Daripada nantinya berujung pada kesiapan semu yang hanya mengejar pengakuan dan menghindari pembicaran. Buat apa menikah kalau yang dikejar hanya pengakuan semu dan usaha untuk memberikan kepuasan bagi orang sekitar, tapi tidak untuk diri sendiri? Karena sesungguhnya, hidup itu hadir untuk dinikmati, bukan untuk diberi tambahan beban yang terkadang tidak perlu ditambahkan lagi. Marriage is good, but not that good if you’re not ready.

Advertisements